![]() |
| Add caption |
akhirnya aku merampungkan pembacaan novel Negeri 5 Menara. Ah! kenapa tidak dari dulu aku membaca novel yang satu ini. Tapi kalo dipikir-pikir ya tak apa lah, pan juga kemaren sibuk berkutat dengan akuntansi keuangan #terpaksa (peacee Bapa dosen ^^V). Padahal nih reader al-mahbubah, novel ini sudah dirampungkan duluan oleh adik dan mamaku berbulan-bulan silam, atau setahun yang lalu mungkin (lupa aye =,=a) maap gan ^^V. Maap juga nih kali ini author nulis bukan pake bahasa sastra + baku (emang kapan lo nulis begitu #pletakk). #author~belong to this blog
pokoknya gitu deeh~ si sulung ini rada lelet daripada yang lain~ kalah telak >< #lebay dah author. Masalahnya gini ya~ bukannya menyesal, tapi setiap hari itu rugi kalo gak ada buku yang dipegang, minimal novel maksimal Al-Qur'an (ceileee). Begitu prinsip author sekarang mah #insyaf. Makanya, rada kecewa juga, kemaren hanya bercengkrama dengan teman lama setelah sebelumnya melewatkan waktu yang berharga mengamati jatah daging qurban yang tergolek padet. Ya! hanya mengamati ! #kuga banget kan? kurang gawian. hhe. Belum lagi razia di Martapura the diamond city bonus kemacetan di kawasan Banjarbaru memperboros jatah waktu pulangku. Tapi segala sesuatu tidak ada yang sia-sia kan? kemaren itu author diajarkan bersabar sama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. ^^
Nah...kembali ke 'tablet' >>> bagiku ini bukan sekedar novel, isinya itu lo gan~ gak nahan #mulai kumat. Isinya menceritakan tentang tokoh utama dan dunianya yang berubah setelah masuk PM, Pondok Madani. Kata mama sih si author curhat gitu tentang pengalamannya masuk ma'had Gontor. Kok mamaku tau? soalnya beliau nonton sang penulis di acara Kick Andy. Kalian tau? author bak kesetrum ngebacanya, author seakan diajak bernostalgi. bernostalgi to the precious moment in my life ^^ Yupp! kemana lagi kalo bukan our beloved boarding Darul Hijrah lil-banat zaman-zaman sebelum taun 2007.Salah satu gold period author. Kenapa dibilang begitu? karena author merasa masa-masa itu adalah masa terbentuknya hati polos author. Ya! polos.






